Dalam upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025, SMKN 1 Gunungsari melaksanakan kegiatan pembekalan intensif bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini dilaksanakan setelah selesainya simulasi TKA sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat kesiapan siswa baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Pembekalan ini menjadi bekal penting bagi siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun yang akan langsung memasuki dunia kerja. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu memahami pola soal, memperdalam konsep pelajaran, serta meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis.
Fokus dan Tujuan Pembekalan
Materi pembekalan mencakup empat mata pelajaran utama, yaitu:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Matematika
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)
Selain itu, siswa juga diarahkan untuk belajar mandiri pada paket soal pilihan sesuai minat dan kompetensinya. Pembekalan ini bertujuan agar siswa terbiasa memahami soal berbasis fakta, konsep, prosedur, dan penalaran yang akan diujikan dalam TKA.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu – Kamis, 22–23 Oktober 2025, dengan total 100 siswa aktif yang dibagi dalam empat kelompok belajar. Selanjutnya, siswa akan mengikuti Gladi TKA pada 27–28 Oktober 2025, sebelum menghadapi Tes Kemampuan Akademik utama pada 5–6 November 2025.
Anjuran Sekolah dan Harapan
Kepala SMKN 1 Gunungsari, Bakiriyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, menegaskan pentingnya kegiatan pembekalan ini bagi masa depan siswa.
“Memang TKA ini tidak diwajibkan untuk semua siswa SMK. Namun, dari SMKN 1 Gunungsari, kami sangat menganjurkan siswa untuk mengikuti pembekalan ini,” ujar Bakiriyanto, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa anjuran tersebut didasari oleh dua alasan utama. Pertama, sertifikat TKA menjadi salah satu syarat penting saat mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi). Kedua, sertifikat TKA juga memiliki nilai tambah dalam dunia kerja, terutama saat melamar pekerjaan di industri.
“Selain sebagai syarat masuk perguruan tinggi saat SNBP, dampaknya juga berpengaruh pada prasyarat di dunia kerja. Saat melamar kerja, sering kali ditanya apakah memiliki sertifikat TKA atau tidak,” tambahnya.
Dukungan IDUKA dan Antusiasme Siswa
Bakiriyanto juga mengapresiasi komitmen siswa yang tetap antusias mengikuti pembekalan meski sebagian besar sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja) agar jadwal kegiatan dapat berjalan selaras.
“Direncanakan setelah pembekalan ini, siswa kembali melanjutkan PKL dan akan kembali ke sekolah untuk dua kegiatan lagi, yaitu Gladi dan Pelaksanaan TKA. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Dengan semangat dan dukungan dari seluruh pihak sekolah, kegiatan pembekalan TKA di SMKN 1 Gunungsari diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Program ini tidak hanya memperkuat kesiapan akademik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membekali siswa menghadapi tantangan di masa depan — baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja.










