Sabtu, 27 Juli 2024 – Dalam rangka memperkaya kegiatan ekstrakurikuler dan melestarikan budaya lokal, SMKN 1 Gunungsari mengadakan acara “Sabtu Budaya” yang berlangsung meriah pada hari Sabtu ini. Acara ini menjadi ajang penting bagi siswa dan staf sekolah untuk merayakan serta mempelajari lebih dalam tentang kebudayaan Lombok, terutama melalui seni peresean yang legendaris.
Kegiatan ini diawali dengan jalan sehat yang melibatkan seluruh siswa dan Bapak/Ibu guru seta Staf Tatausaha di sekolah, Jalan Sehat juga dikawal oleh Babin Koramil Gunungsari, yang kemudian diikuti dengan pertunjukan peresean oleh Siswa SMKN 1 Gunungsari itu sendiri. Peresean, yang merupakan seni bela diri tradisional Sasak, ditampilkan oleh para Siswa yang mahir, menarik perhatian dan decak kagum dari para penonton.
Puncak dari acara Sabtu Budaya adalah kunjungan dari Komisi V DPRD Provinsi NTB, yang diwakili oleh beberapa anggotanya. Mereka tidak hanya menyaksikan keseruan acara, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam dialog dengan para siswa dan guru. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung inisiatif pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam kurikulum sekolah. Serta meninjau fasilitas sekolah.
“Kami sangat menghargai dan mendukung kegiatan yang menggali serta melestarikan budaya Sasak, terutama di kalangan muda,” Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat dan Mataram, Bapak Arif Muhajidin, S.Pd., MM. dalam sambutannya. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap para siswa tidak hanya excel dalam pendidikan formal tetapi juga menjadi pemimpin yang memahami dan menghargai warisan budayanya.”
Kegiatan Sabtu Budaya di SMKN 1 Gunungsari diharapkan akan menjadi agenda mingguan yang terus menarik lebih banyak partisipasi dan mendorong pemuda Lombok untuk merawat serta mempromosikan budaya mereka. Selain itu, acara ini juga memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dengan pemerintah setempat dalam memajukan pendidikan budaya di wilayah tersebut.













